Showing posts with label Modifikasi Oto-Trendz. Show all posts
Showing posts with label Modifikasi Oto-Trendz. Show all posts

Tuesday, December 6, 2011

Satria Fu Modif Pelek Jari-Jari

Satria Fu Modif Pelek Jari-Jari - mungkin di sini cuma sebagai referensi aja mengenai satria fu 150 modification dengan pelek jari-jari yang sedang buming saat ini Apa saja yang dibutuhkan dalam modifikasi motor satria fu Di bagian kaki-kaki
Artikel lainya
gambar motor drag untuk satria GAMBAR SATRIA FU full airbrush BATIK gambar variasi striping satria fu

modifikasi motor satria f

Lanjut Modifikasi satria fu nya
Velg/pelek

modif satria FU ke jari jari, Ada banyak pilihan merek untuk modif pelek mulai TDR, DBS, Comet dll. untuk Ukuran 17′ 140 sebaga kisaran aja
TDR Harga Velg TDR 260.000
DBS Harga Velg DBS 150.000
Comet Harga Velg Comet 150.000

Tromol/teromol
    Untuk Tromol/teromol Bisa pakai punya ninja, smash, shogun, dll. yang paling banyak dipakai sih smash dan shogun. karena bentuknya sesuai dengan posisi ass roda FU. Paling enak plug and play Tinggal pasang aja harga 400,000 an. tidak perlu repot repot lagi
    RUJI
    Mungkin sedikit perlu diketahui untuk kualitas ruji
    • Bahan Krom, anti kelupas 30.000
    • Bahan Krom, rentan terkelupas 17.500 
    Kira kira seperti ini JAdinya Masih standar ganti kaki2 dan striping nya sajaMODIFIKASI MOTOR SATRIA thailand, pelek jari















      Inspirasi MODIFIKASI MOTOR SATRIA
      Read more →

      Monday, December 5, 2011

      Motor Modif Yamaha Bison

      Motor modif yamaha bison - Sedikit koleksi gambar modifikasi yamaha Byson yang lumayan untuk inspirasi modifikasi motor bison anda, sebenarnya yamaha bison sudah keren gagah dan terlihat kokoh tapi ya namanya manusia pasti ingin tampil beda dengan yang lain . juga rasa kepuasan yang kurang srek jika menaiki motor standard untuk memodifikasi bison jadi lebih beda... merupakan suatu kebanggaan tersendiri di kalangan tertentu, jangan lupa baca juga...
      berikut adalah sedikit gambar modifikasi yamaha bison yang bisa sebagai inspirasi anda selamat menyaksikan....?

      Cuma nambain Side Cover ama CDI doang

      Pake Fairingnya Fazer nih :mrgreen:

      Kaki – kaki Suzuki GSX400 ,Mantappp!
      Read more →

      Sunday, December 4, 2011

      Spek MODIF KAWASAKI NINJA 250 R

      GAMBAR MODIF KAWASAKI NINJA 250 R

      Berita modifikasi ninja dan spek dan gambarnya silahkan menjadi inspirasi untuk modifikasi ninja anda silahkan di simak Spek MODIF KAWASAKI NINJA 250 R



      KAWASAKI NINJA 250 R SPECIFICATION OF MODIFICATION DETAIL:

      Owner : Hanantyo
      Body work : SAS Body work
      Specification :
      Body
      - Color “Candy Purple gold pearl” + Pernis by (Sikkens)
      - Cutting Sticker Custom
      - Rear Hugger (Replica A-Tech)
      - Seat “Black Color” (OEM)

      Engine
      - Muffler / Knalpot (R9 Racing Mugello)
      - Air Filter (OEM)
      - Plugs (NGK Irridium)
      - Cable Plugs (OEM)
      - CDI (OEM)

      Legs (kaki-kaki)
      - Arm Custom paint
      - Front Whell (OEM 17” x 2.75) Gold color
      - Rear Whell (OEM 17” x 3.50) Gold color
      - Front Tromol (OEM)
      - Rear Tromol (OEM)
      - Front Tyre (Bridgestone Batlax) 120/60/17
      - Rear Tyre (Bridgestone Batlax) 150/60/17
      - Front ShockBreaker (OEM)
      - Rear Shockbreaker (OEM)
      - Rear Per (OEM)
      - Brake Master (Brembo)
      - Front Disc plate (Brembo)
      - Rear Disc plate (OEM)


      Accessories
      - Spion (OEM)
      - Handle Brake (OEM)
      - Takometer Spidometer (OEM)
      - Front Lamp (OEM)
      - Rear Lamp (OEM)
      - Lampu HID xenon “Front”
      - Tank pad (Replica A-Tech)
      Read more →

      Tuesday, May 17, 2011

      MODIFIKASI YAMAHA SCORPIO "Hypermotard"

      Read more →

      Yamaha Scorpio Siap Jadi Raja Turing

      20110308ScorpioBiru Yamaha Scorpio Siap Jadi Raja Turing
      Tidak terbantahkan lagi, kalau Yamaha Scorpio memang spesial di mata para pecinta turing. Selain kapasitas mesin paling besar di kelasnya sampai saat ini, produk andalan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) ini juga gagah dari segi sasis. Memang cucok untuk penggila jelajah antar kota.

      Namun tidak bagi Singgih Wahyu yang tidak lain masih dalam konteks turinger sejati. “Tampilan harus sedikit diubah. Terutama di kaki-kaki dan bodi. Kesan gagah musti diperjelas,” bilang Wahyu yang berkantor di seputaran Jl. Buncit Raya, Jakarta Selatan.
      Konsep dan desain pilih keluaran produk asli Italia. Benelli 756. Di tangan Wardoyo jantung dari rumah modifikasi Gandul 2Wheel Custom (G2C). Benelli 756 bermesin Scorpio siap digarap.

      “Tidak sampai ubah rangka. Karena konsepnya tidak berubah total, hanya beberapa part limbah moge dan custom saja yang diperlukan,” jelas Wardoyo dari workshopnya di Jl. Gandul Krukut Ambara, Cinere, Depok, Jawa Barat.

      Untuk customized lengan ayun, Wardoyo tetap mempertahankan ciri khas sport sejati. “Model swing arm ini tetap dibuat semirip mungkin dengan konsep awalnya. Namun tentunya dengan ukuran yang sesuai dengan sasis Scorpio,” tambah modifikator ramah ini.
      Bicara bodi, tentunya layak disebut kekar dan simpel. Bentuk tangki custom itu, bagian atasnya sedikit membumbung tinggi. Sementara sisi samping penuh dengan tekukan-tekukan tajam.
      20110308ScorpioBiru1 Yamaha Scorpio Siap Jadi Raja Turing
      “Kelebihan model tangki ini dapat menampung bensin lebih banyak. Apalagi pemakaiannya untuk harian dan turing. Sangat berguna ketimbang pilih tongkrongan Japs style atau supermoto,” kata builder yang ganti model potongan rambut nyerempet ke botak. Maksudnya, masih ada rambut dikit.

      Kenyamanan saat turing juga ada pada sektor depan. Sok upside down Aprilia RS125 kasih peredaman lebih halus. “As komstir milik Aprilia diubah. Diesuaikan milik Scorpio yang lebih kecil,” jelasnya lagi.

      Solusi Tutup Rangka
      Benelli 756 aslinya, tidak menggunakan rangka samping. Atau dikenal dengan sasis beam twin spar. Untuk mengakali rangka samping Scorpio tidak kelihatan, oleh Wardoyo dibuatkan semacam airscoop. Seperti lubang angin tepat di samping kiri dan kanan sasis.
      “Sebenarnya masih mengikuti konsep Benelli. Jadi terlihat pas dan cocok. Apalagi rangka samping Scorpio kecil, tidak seperti V-ixion atau Byson. Jadi lebih baik ditutup,” tukas Wardoyo.

      Bentuk airscoop dibuat seperti segitiga terbalik dari bahan pelat galvanis 0,8 mm.
      Berikut tambahan footstep boncenger custom. Tujuannya sama, untuk menutupi rangka samping bagian bawah. Dengan kelir cat warna silver, dirasa makin padu dengan arm yang juga dibungkus kelir serupa.GAMBAR MODIFIKASI YAMAHA SCORPIO..EXTREME.!!, Yamaha New Scorpio Z, Kabur Dari Konsep

      Read more →

      GAMBAR MODIFIKASI YAMAHA SCORPIO..EXTREME.!!

      Read more →

      Yamaha New Scorpio Z, Kabur Dari Konsep


      Dari generasi awal sampai terbaru yang pakai nama New Scorpio Z, ini lebih berkonsep sebagai motor penjelajah. Urusan modifikasi paling pas tentunya dengan aliran streetfighter atau naked bike.

      Sekarang, dengan sedikit memaksa, si kalajengking ini jadi motor sport berfairing. Syukurlah dengan pilihan design dan finishing pas, tampilan akhir membuat motor ini bisa kabur atau lari dari konsep awal pabrikan. 

      Tapi, tentu saja tidak mudah mewujudkan itu. "Bentuk bodi New Scorpio Z yang agak kotak-kotak menjadi tidak pas kalau dijadikan sport berfairing," tegas Yustinus Erwan Santoso dari Insan Motor (IM) yang melakukan proses alih rupa ini. Karena itu fokus utama pengerjaan adalah pada pembuatan bodi baru.

      Seluruhnya pakai fiberglass. "Rangka tidak ada pemotongan. Hanya membuang beberapa braket di bagian belakang yang mengganggu. Misalnya braket bodi dan behel belakang." tambahnya. 

      Pekerjaan lebih berat terjadi pada wilayah depan, khususnya pada desain tangki. "Tangki standar sangat enggak cocok buat bergaya fairing, karena itu harus putar otak mengakalinya," lanjut modifikator asal Malang, Jawa Timur.


      Tangki bawaan motor yang besar dengan desain kaku sangatlah tidak menarik. "Tapi, untuk menggunakan tangki limbah juga banyak risiko. Sebab tetap harus menyesuaikan desain bodi. Tangki limbah tidak berarti otomatis cocok," cuap pria berkacamata ini panjang-lebar.

      Alhasil timbul ide untuk tetap menggunakan tangki asli. "Istilahnya desain ulang pakai konsep baru lewat cara membuat kondom tapi dibuat mati atau dipatenkan," beber Iyus bersemangat.

      Model kondom memang terlihat sangat harmonis dengan fairing. Banyak lekukan yang seolah membuat motor jadfi lebih berotot. Ya, layaknya bodi seorang binaragawan, gitcu!

      "Dengan bodi seperti ini, banyak yang keliru dan tidak menyangka kalau ini adalah Scorpio. Impian saya mengubah motor penjelajah menjadi sebuah sport berfairing terwujud sudah," senang builder penggemar futsal ini.

      Sayang kelirnya kurang greget, Bro!


      LAMPU VARIASI MOGE

      Sebenarnya untuk bentuk bodi baru ini, Iyus pasti mengacu pada bentuk moge keluaran pabrikan. "Tapi, saya gabungkan antara CBR600 dan Yamaha R6," katanya.

      Untuk wilayah depan, ciri CBR lah yang menonjol. Itu terlihat dari bentuk fairing dan pilihan head lamp. "Bentuk lampu ini kesannya abadi, enggak bakal ketinggalan model," promosinya.

      Sementara untuk urusan buntut, tampilan ala Yamaha R6 lah yang dipilih. "Bentuknya tidak terlalu aneh untuk orang kita, selain itu konsep sportynya juga kuat," bebernya tentang motor milik Herul Sakuragi, seorang dosen muda ini.

      Bukan hanya itu, stop lamp juga punya R6. Lampu variasi seperti ini banyak dijual di Singapura."Tapi, bukan yang versi orisinal, ini lampu variasi yang secara bentuk memang lebih keren," tandas Iyus.Modifikasi Yamaha Scorpio Street fighter Techno, Modif Yamaha Scorpio Z, Kalajengking Berbulu Serigala, Yamaha Scorpio Z, Pilih Baju Pabrikan.
       
      Read more →

      "Si Radikal" Harley-Davidson Unorthodox

      Sebuah ubahan radikal coba untuk ditampilkan builder kawakan Charlie Stockwell dari Wars HD asal London, Inggris. Wars HD merupakan diler Harley tertua di Eropa. Dengan mengusung gaya Neo-Vintage mereka menjuluki motor ini sebagai Harley-Davidson Unorthodox. Perpaduan gaya jadul dan modern melebur menjadi satu pada konsep motor ini.

      Dalam penggarapannya, motor yang berbasis Harley-Davidson Fatboy ini langsung "ditelanjangi" Stockwell hingga menyisakan mesin dan sasis. Kemudia ia mengganti tangki asli dengan model kastem. Tangki yang pakai menyerupai model peanut dimana model seperti ini sangat populer di era 70-an. Jok solo karbon menjadi pilihan pada motor ini. Tampilan semakin terlihat ekstrim kala posisi jok dibuat sangat rendah bahkan sejajar dengan ban dan mesin.

      Untuk kaki-kaki, Stockwell mempercayakan shock spek MotoGP dari Ohlins dan dipadu segitiga kastem bikinan CNC serta sistem pengereman seperti kaliper monoblok dari Brembo. Velg kastem model palang delapan berukuran gambot semakin membuat kekar HD Unorthodox.

      Tampilan semakin garang dengan dibalurnya mesin 113ci Screamin Eagle HD dengan cat hitam glossy. Melengkapi gaya balap, setang jepit yang dilengkapi kontrol Performance Machine dipakai untuk menjinakkan roda yang dilapisi ban Metzeler. Tampilan unik dapat dilihat pada model knalpot kembar dengan lapisan karbon yang menganut sistem high-low. Satu rendah dan satunya tinggi. Diujung knalpot Stockwell menancapkan lampu LED merah yang membuat tampilannya merah membara.Harley-Davidson FXSTC Softail, Terjemahan Filosofi, Chopper Harley Davidson modify, Modif Harley Davidson, Desain Balap Jadul Untuk Jalanan

      Read more →

      Harley-Davidson Softail, Cuma Beda di Mesin


      Wess...! Harley-Davidson milik Michael Schumacher, pembalap F1 legendaris nongol di Jogja Bike Rendesvous beberapa waktu lalu. Jelas langsung diserbu pengunjung yang penasaran ingin melihat lebih dekat. 

      “Sori ini bukan motor asli milik Schumacher, tapi replika 1:1 pesanan khusus dari customer bengkel saya,” buka A’an yang punya nama asli R. Rudianto, builder asli Jogja yang membesut nama bengkel Sinten Remen.

      Kalau diamati, H-D custom yang basicnya diambil dari mesin Softail generasi EVO ini detailnya dibuat sama persis dengan H-D milik Schumi.

      “Cuma mesin saja yang beda, H-D Schumi mengusung mesin lawas tipe Shovelhead lansiran 1981,” ujar builder yang buka work shop di Jl. Adiyaksa No. 13, Yogyakarta ini.

      A’an mengaku customernya ini memang pecinta H-D dan juga fans berat Michael Schumacher. Makanya begitu pembalap yang 7 kali jadi juara dunia balap jet darat alias F1 bikin H-D custom, langsung juga dia mau bikin motor yang sama.

      Untuk membangun besutan yang oleh Schumi diberi nama Speed Boys Special ini seluruhnya dikerjakan bengkel Sinten Remen. “Biar detailnya mirip, kami sebelumnya kumpulkan literatur gambat asli motor dari majalah dan internet,” urai A’an yang menagani proyek ini.

      Ubahan motor custom yang menganut style bobber ini memang punya ciri khusus. Seperti untuk pemilihan rangka sengaja mengacu pada besutan classic yang mengusung model hard tail dan fork depan cangkarang.


      Sedangkan untuk sepatbor, sengaja dibuat minimalis layaknya besutan custom era tahun 60-an. Oleh A’an mulai dari ubahan rangka yang model hard tail, tangki, fork depan springer seluruhnya dibuat mirip.

      “Malah pemilihan grafis dan warna untuk cat juga ikut dibikin sama dengan aslinya,” jelas A’an sambil menunjuk ke tulisan MS yang ada pada bagian tangki.

      Enggak hanya itu, untuk lebih mencirikan kesan Ferarri sebagai besutan Schumi saat balap F1 selain pemilihan warna merah juga diembos logo kuda jingkrak pada bagian jok yang model single sitter. 

      Untuk pemilihan roda sama-sama diaplikasi ring 16 inci dengan lebar 3 5 inci khas besutan bobber. Biar mirip dengan aslinya, dia mengambil itu dari stok H-D lawas tipe Duo Glide.

      "Kebetulan di bengkel ada stok pelek standar H-D lawas ini, makanya bisa langsung di pasang," terang A'an yang mengawinkan dengan ban yang juga berprofil klasik.

      Cuma lantaran pakai mesin generasi Evo, pemilik motor enggak pede bila mengaplikasi sistem pengereman teromol seperti motor milik Schumi. Makanya oleh A’an sistem pengereman sudah aplikasi disc brake. “Rem disc brake depan dan belakang ini merupakan copotan dari stok H-D,” urai A’an lagi. 

      Satu hal lagi yang membedakan kalau motor Schumi untuk mengaktifkan mesin harus melalui kick starter. Sedangkan H-D replika garapan Sinten Remen ini sudah lebih canggih. Yakni, sudah mengaplikasi model elektrik stater. Tinggal pencet langsung gruuunngg...! Harley-Davidson Blackline Softail, Modifikasi Harley Porsche dari Wolf Custom, US Harley-Davidson Chopper Modif.
       
      Read more →

      Monday, May 16, 2011

      Ini dia HONDA REVO 110 CC modifikasi ala AHM

      honda-avbsloute-revo-1

















      Ini dia versi modifikasi Honda Revo 110 versi AHM. Ditampilkan saat launching Jumat (30/1) lalu. nggak hanya diklaim ekonomis praktis, bertenaga serta harga terjangkau. Tapi juga mudah buat dimodifikasi selera anak muda. 

      Nggak lagi didominasi tarikan garis dan sudut tajam macam di Revo lawas, tapi diarahkan ke organic style. 

      Bagian depannya ditambahkan lampu sein yang dikombo lampu sorot. Sedangkan headlight-nya diberi nuansa smoke ungu dan lampu seinnya ditutup lalu diberi motif garis-garis. Joknya mengalami ubahan sedikit, demi memburu kesan sporty.  
       
      Kaki belakang gaya moge. Swingarm jadi beda apalagi sudah mengaplikasi sistem monosok. Nampak kekar meski saat diamati tetap berbasis bawaan pabrik namun bercover plat hingga mirip banana arm.

      Sentuhan custom lainnya pada motor ini terletak pada bagian silincer knalpotnya yang dibentuk menyerupai silincer-silincer moge. “Bawaan orinya, memang sudah mengaplikasi gaya moge. Tapi biar matching dengan modif customnya, perlu diperbesar lagi,” tutur Djalu Pratomo, research analyst PT AHM yang juga demen otak-atik desain.

      Pelek di kedua rodanya juga produk custom. Memakai jari-jari gede, sebenarnya pelek ini berbahan pelek aluminium full block. Bloknya itu dipangkas dan digantikan dengan jari-jari. Honda Revo '07 Semarang: KILAUAN DAILY USE, Motor Modifikasi Honda Revo | Motor Honda Modifikasi, FOTO MODIFIKASI HONDA REVO

      Read more →

      Saturday, May 14, 2011

      Jazz Wayang Punakawan Sebagai Penjaga Dan Penghibur Claudia


      "Wayang" itu yang ada dipikiran Claudia Kumala Intan atau yang akrab dipanggil Claudia. Dari pemikiran itu munculah konsep yang memang mempunyai misi tersendiri di mobil Jazz RS 2010 miliknya. Tak tanggung-tanggung konsep tersebut diwujudkan dengan gaya etnik pada bagian eksterior dan interior mobilnya. Jika kita mulai pada bagian eksterior, dimana Claudia mempunyai cerita tersendiri.  Dia yang mengibaratkan dirinya seorang "Srikandi" yang mempunyai para penjaga dan penghibur yaitu "Punakawan", para tokoh Punakawan yang terdiri dari Gareng, Petruk, Semar, dan Bagong itu digambarkan secara apik dengan cutting sticker.
       
      Pada bagian eksterior memang tidak terlalu banyak perubahan tetapi Claudia memberikan sedikit kit untuk mempermanis penampilan Jazz Wayang-nya ini. Seperti eyelip, grill kastem, penambahan HID Rui Xenon light, LED, serta spoiler. Untuk kaki-kaki menggunakan per BMW di bagian depan serta belakang, lalu untuk velg dipercayakan pada Limited 18".  
       
       
       
      Lalu sentuhan yang khusus juga diberikan oleh Claudia dimobilnya. Untuk mendukung konsep etniknya, putri seorang pengusaha batik ini memasukan batik ke dalam interior kendaraannya itu. Claudia memilih batik dengan pola Ladrang pada interior mobilnya dengan alasan  "karena pola Ladrang itu merupakan, pola yang paling tradisional diantara semua pola batik," sahut Claudia. Pemilihan interior seperti ini membuat suasana semakin kontras, jika dibandingkan dengan bagian eksterior mobil. 
       
       

      Dengan komposisi 80 % batik tulis tradisional dan 20 % cover jok MB Tech, perpaduan antara batik tulis tradisional ini juga mempunyai sentuhan yang modern. Sentuhan modern ini juga terlihat dengan adanya mini bar, lalu set audio sistem yang terdiri dari subwoofer 12" dari Rockford Fosgate P1, capasitor bank Momentum SC 45, head unit doubledin AVEO AE 86099BT, dan speaker unit Tweeter ARC 4". Pirates Of Caribean Jazz Racing Eggy, Honda Jazz 2008 Pasokan JS Racing, Toyota Rush 2009 Pekanbaru: ADRENALINE RUSH, Toyota Yaris' 08 Purwokerto: VENOMOUS MASCOT

      sumber
      Read more →

      Yamaha Jupiter MX 135LC, Ini New V-ixion 135?



      Maaf, bukan maksud hati berkelakar dengan judul di atas. Itu menyiratkan garis besar permintaan Otoy Supriyatna kepada Syawaluddin soal modifikasi motor kesayangannya. So, bisa dibilang, ini Yamaha V-ixion versi 135 cc. He..he..he...

      Otoy yang tinggal di Meruya, Jakarta Barat ini, ingin tampilan Jupiter MX  miliknya menjadi motor tipe sport berfairing. Ini bukan perkara sulit buat Syawaluddin!

      “Modifikasi hanya menyisakan mesin saja yang terpakai. Karena rangka dan bodi bikin semuanya,” buka Syawaluddin dari workshopnya yang bernama Sahabat Motor di Jl. Komplek Peruri No. 10, Ciledug, Tangerang.

      Ide atau konsep motor yang diambil tidak jauh-jauh! Cukup berkaca pada tampilan sang kakak yaitu Yamaha V-ixion. Tentunya, ukuran disesuaikan lagi. Misal rangka dari bahan pelat yang mengusung deltabox, layaknya V-ixion. Bisa dibilang cukup teliti dalam konsep.

      Rangka sport ini memiliki beragam kelebihan. Selain seirama konsep awal, “Juga cukup kuat dalam menopang beban bodi. Karena pakai bahan pelat besi tebal sekitar 4 mm. Cukup tebal memang,” lanjut Syawaluddin yang aslinya dari Tasikmalaya, Jawa Barat.




      Tapi buat arm, tidak mengusung desain V-ixion. Melainkan moge Suzuki GSX. “Bahan dari pelat holo lebar 4 cm dan tebal sekitar 2 mm,” tambah pria yang cukup disapa Syawal.

      Customized rangka dan swing arm tak haruskan Syawal ganti monosok. Terlebih biar buritan nungging. “Cuma pakai sok standar. Karena rangka tengah ke belakang memang sudah didesain rada nungging,” beber modifikator yang juga gape bermain fiberglass.

      Bodi ambil versi moge Yamaha R6. "Tapi, bodi belakang didesain sendiri," bilang Syawal yang juga piawai main di balap garuk tanah alias grasstrack. Duo Yamaha V-Ixion'09 Madura: TWIN RED FIGHTER, Yamaha Vixion '08 Pontianak: FICTION GRAPHIC, Yamaha V-Ixion '10 Surabaya: WABAH FAIRING FZ-1


      sumber
      Read more →

      Pirates Of Caribean Jazz Racing Eggy

      Tergila-gila dengan tokoh-tokoh atau film sering kali kita temukan menjadi inspirasi untuk modifikasi. Seperti halnya All New Jazz RS 2010 warna putih kepunyaan Eggy ini disulap menjadi kapal bajak laut karena ia sangat suka sekali dengan para bajak laut dari film "Pirates Of Caribean", namun disamping itu hasrat anak mudanya yang menyukai balap juga ia inginkan untuk dituangkan dalam konsepnya ini.

       
      Alhasil para bajak laut dari "Pirates Of Caribean" pun berpindah ke mobil yang berpenampilan racing ini. Pengerjaan selama 27 hari memang bukan waktu yang sedikit, tetapi itu membuahkan hasil yang maksimal dan sepadan. Jika kita lihat Honda Jazz bajak laut racing ini.

      Hasil air brush yang penuh dengan detail yang halus serta penggambaran raut muka para tokoh bajak laut yang realis. Tergambar dengan baik dengan ekspresi yang tampak nyata, sehingga setiap gambarnya dapat mengandung makna. Ditambah dengan pemakaian ban racing Toyo Proxes 215/45 yang membuat jazz bajak laut ini berdiri dengan gagah, lalu kaki-kaki peer kastem dan bodi kit full kastem. Menurut Edi sang modifikator dari mobil ini,"kesulitannya di mimik raut muka orannya dan matanya yang harus kita buat seolah-olah berbicara, serta efek-efek lain sepert0i kapal beserta dengan deburan ombaknya."


      Air brush ini tidak berhenti hanya pada eksterior mobil, suasana yang senada juga kita temukan pada interiornya. Dengan air brush tengkorak biru yang berada pada tiap trim door mobil dengan kanvas jenis kulit ular dari MB Tech. Membuat air brush menjadi lebih hidup dengan interior dengan dua nada, dengan jok berwarna hitam serta putih yang kontras dengan jahitan yang khas. Honda Jazz "Catchy" JDM, Honda All New Jazz RS '09 Surabaya: KING OF JAZZ, Perpaduan Mini Bar Dengan Si Cantik Honda New Jazz

      Read more →

      Yamaha Byson 2011, Keracunan!

      Modifikasi ini terjadi akibat keseringan baca tabloid. Hampir setiap minggu beli. Lihat ubahan  motor sport. Kebetulan saya punya Byson 2011,” tegas Kadek Kadriawan dari Pontianak.

      Di Kalimantan jarang yang punya motor modifikasi. “Biar tampil beda dan asyik, makanya mengubah tampilan kuda besi kesayangan ini,” tunjuk Kadek lagi.

      Padahal, sebelumnya dia gak mau lho mengubah motornya itu. Tapi, karena perkembangan modifikasi di Pontianak rada lamban, gak ada salahnya juga pria ramah ini menarik perhatian orang lain dalam bentuk modifikasi.

      Meski begitu, modifikator Pontianak juga tidak kalah bagus. Apalagi di sana sering digelar contezt modifikasi yang ramai diikuti banyak builder keren yang tidak kalah dengan modifikator Jawa.

      Bicara konsep, ada acuan sendiri. “Yaitu  bolt-on streetfighter. Jadi, enggak ada yang perlu dipotong pada bagian bodi dan rangka,” buka Rudi Gunawan dari Berkat Motor (BM) soal modifikasi Byson milik Kadek ini. 

      Bagi Rudi, baju asli keluaran Yamaha Kencana Motor Indonesia (YMKI) masih kurang galak. Harus dibikin sangar, cukup bermodalkan fiberglass, dia hanya menambah bodi agar sedikit seram.

      Kini jadi terlihat sedikit lebih lebar. “Pemasangannya pun enggak terlalu ribet. Juga tidak memotong cover yang lain. Kedudukan baut juga sudah pakai cover tutup samping yang sudah ada. jadi jelas tidak merusak atau membuat dudukan lagi. Seandainya mau dibalikin seperti standar juga bisa kok," ucap pemilik workshop di Jl. Ciledug Raya No.1, Kreo, Ciledug, Tangerang.


      Biar enggak terlihat kekosongan di sekitar bawah tangki bensin, Rudi memutuskan untuk membuat deltabox. Lalu, pemakaian part bodi ini juga memberi kesan Byson jadi lebih bergaya. Bodi ini dibuat dari bahan fiberglass. Dan dudukan baut mengambil tempat dari cover aki yang ada di bagian bawah.

      Masih ngomongin tentang bolt-on, cover mesin bawah juga dibuat dari bahan yang sama. Tapi, desain mengambil tema Dainese. Jadi bentuknya menggambarkan garis-garis tajam. "Part ini juga bisa dipasang ke Yamaha V-xion," tambah pria yang gemar makan mie ayam ini.

      Selanjutnya, di bagian jok konsep single sitter juga diterapkan. Tapi, yaitu tadi, Rudi lagi-lagi memakai bolt-on. Bagian cover jok belakang, peranti yang bahannya dari fiberglass ini bisa dengan mudah untuk dibongkar-pasang. Karena hanya mengunci di bagian samping tepatnya sisi kiri dan kanan.

      Ini mirip dengan modifikasi Yamaha Byson yang pernah jadi cover di MOTOR Plus. Namun sekarang lebih bagus dan berbeda karena sudah pakai kaki-kaki yang punya ukuran lebih gede.

      Obat Sangar
      Biar sangar, kaki-kaki mengaplikasi yang lebih gede. Buat belakang comot punya Suzuki GSX400 yang punya lebar 4 inci. Yang depan mengadopsi upside down punya Aprilia RS125 yang punya lebar 3 inci.

      “Ukurun pelek depan lebih kecil yaitu 17 inci. Sedangkan buat belakang pakai 18 inci,” ucap Rudi. Setiap orang punya selera begitu halnya juga dengan Kadek.

      Pria yang buka usaha kecil-kecilan ini ingin memakai cakram depan-belakang. Alasannya, kalau motor gede tak pakai pengereman ganda kurang pas. Apalagi, Byson hanya stau rem, yaitu bagian depan.

      Selanjutnya, kondom arm standar diakui kurang begitu mumpuni untuk aplikasi pelek lebar. Makanya, modifikator berpotongan seperti tentara ini membuat kondom baru yang sesuai dengan peranti itu. Yamaha Byson Tambah Ganteng Aja, Modif Honda Tiger, Macan Jadi Byson, Modifikasi Yamaha Byson 2010 Body Kit
       
      Read more →

      Kawasaki D-Tracker X 250, Face Lift Minimalis


      Tongkrongan standar KLX 250 D-Track sudah sangar. Dengan tampilan pelibas jalan aspal dan bisa juga diajak di tanah membuat orang ngiler ngelihatnya. Tapi, bagi Taufik dari bengkel  KCSM di Denpasar, Bali, bawaan standar masih perlu dipoles.

      "Tinggal mengganti beberapa komponen pakai produk yang lebih berkelas karena D-Track ini memang sudah sempurna. Ini baru namanya supermoto modern," kata Taufik yang asal Kalimantan.

      Perubahan pertama yang dilakukan adalah mengganti pelek. "Saya ingin yang gampang dirawat aja, makanya ganti pelek palang dari yang aslinya jari-jari," cuap pemilik bengkel di Jl. WR Supratman No. 67, Denpasar sambil kasih alasan kalau pelek palang lebih mudah dibersihkan dibandingkan jari-jari.


      Tidak perlu cari limbah moge, cukup hunting copotan dari Kawasaki Ninja 250R. "Dengan lebar 2,5 inci di depan 3,5 inci di belakang sudah cukup mendongkrak tampilan motor ini," kata pria yang rajin ikut contezt modifikasi.

      Setelah pemasangan pelek tadi tentunya harus ditunjang handling yang mantap. Cara yang dilakukan adalah mengganti setang pakai ukuran yang lebih lebar. "Selain motor jadi enak dilihat, posisi rider saat berkendara juga lebih nyaman dengan setang lebar dari fatbar seperti ini," ulas Taufik bersemangat.

      Step terakhir adalah memasang stiker atau decal Monster Energy. Cukup simpel bukan? Kawasaki KZ 200 Binter Merzy, Jesse Rooke-Nya BHB, 2011 Modif Kawasaki Ninja 250R Picture

      Read more →

      Friday, May 13, 2011

      Modif Kawasaki Ninja 250R


      Modif Kawasaki Ninja 250R
      MODIF KAWASAKI NINJA 250R

      kawasaki Ninja 250R so look at these photos do not directly say if this is the standard motor. Indeed if the note is still the same body shape with a motor that came out of the dealership. But, try to see some detail or part that sticks. Powerful, Bro! Everything to amplifiers or falsifies Ninja have stylish form moge-250-yudi.
      Modif Kawasaki Ninja 250R
      "It is an option offered is a fixed body of existing standards but the devices have up-grade all," Loe said Robin X Bike Modification in Jl. Mangga Besar IX, No. 28, Lokasari, West Jakarta.

      Modif Kawasaki Ninja 250R
      For example for sokbreker front. "It's a standard shape and size are still not quite fit, so have a Yamaha R6 be installed in 2008," said Robin. These men obviously have special reason with this election.

      "Especially and most important of the upside down, had adopted a radial system for kalipernya," continued the new bride. It is also a feature moge produced from 2006 to present. This means again, doi ogah using waste that is too old or old.

      In addition to this position radial caliper system also becomes more patent. "I do not going to shake, more grip and of course become more safety," added this small man.
      5168ninja-250-yudi-4.jpg
      Of course this is not be denied the shape that matches the design of a quarter-liter motor is. "Because the body shape that it has moge Ninja, unfortunately some partnya less support. So, still a little sissy impressed so must be replaced," cuapnya length.

      "Because the front has been impressive moge, hind legs should also let diakalin balanced," he added. For this time she was tempted to use baseball moge waste a lot of overlap in the store who did become one provider of waste.

      He also prefers to use a condom system. Well why is that? "Because the owner is still a pity if the hind legs should be completely overhauled. Yes, the safest solution to use a condom," he said.

      This condom model admittedly GSX600 imitate. Modif Kawasaki Ninja 250R And for now it was also produced by him. Wow, so the new merchandise, tuh!
       
      sumber,http://www.zimbio.com/Modifikasi+Motor/articles/cmUUZM6oA7d/Modif+Kawasaki+Ninja+250R
      Read more →

      Indian Classic Motor 1904


      The 1904 Indian used a reliable direct-drive chain as opposed to the more common leather belt.

      Oscar Hedstrom had mounted a single-cylinder De Dion engine on a tandem bicycle for the purpose of pacing then-popular bicycle races.

      George Hendee, a bicycle manufacturer from Springfield, Massachusetts, saw the contraption at an event and proposed a cooperative effort to produce motorized bicycles commercially.

      Hedstrom agreed, and in 1901 the Indian Company was born. Most pre-1910 motorcycles look as though the manufacturer simply bolted an engine and its accessories onto a common bicycle frame -- which indeed was usually the case.

      But early Indians used the engine as a stressed frame member, effectively replacing the downtube beneath the seat.

      As with most motorcycles of the era, suspension was non- existent (save for the spring-mounted seat), and pedals were used to start the engine.

      However, Indian used a direct-drive chain rather than the more common tensioned leather belt to turn the rear wheel, the chain being more positive in operation -- and more reliable.

      This 1904 'humpback' is little different than the first 1901 models. Producing just over two horsepower, the 13-cubic-inch single provided a top speed of around 25 mph.

      Both the lubrication and ignition system were of the 'total loss' variety. Braking was accomplished by backpedaling, which activated a rear coaster brake.

      Dark blue was the color of choice until 1904, when black and vermillion became optional. The vermillion would later be known as 'Indian Red.'
       
      sumber.http://www.bike-camp.co.cc/2010/05/1904-indian.html
      Read more →

      Honda Tiger Modifikasi Sport Dari Malang



      "The concept is born out of pure instinct with the theme street fighter 'that reflects the true manhood," Yudi open diamini Syaiful, the master. Initiate action, martial-belain Yudi long nginden a genuine head lights 1000RR Suzuki GSX-R from the capital.

      While waiting for the arrival, doi began menjahili order especially tail frames that look too heavy. "Plate holder kepras joknya forced me so I can fully express themselves by designing a tapered tail body," immediately construct the dual seater tunjuknya rise in body area of this tail.

      Moreover, the gas tank is designed with sporty escort puffy pair of dual cradle box which was imbued Shroud bersein nancep Supra neatly on the wall of the cradle box. Kelar up body styling design, the legs simultaneously dipergagah dipolah back with legs applications fronted big profile tread width rim.

      Mengkamuflase bottom orsinya, Yudi make the front fenders widened to cover the side walls of bottom cover, "Itung-itung MotoGP-style kayak," says Syaiful.

      Kelar the long-awaited come, finally GSXR lamp unit is mounted immediately in front of the triple macho T. "The installation application imbuhi wajin I'll relay the light beam can stun the maximum without having to drain the battery" lid Yudi.

      sumber,http://blog-modifikasi.blogspot.com/2010/08/honda-tiger-modifikasi-sport-dari.html
      Read more →

      Wednesday, May 11, 2011

      Kawasaki Ninja 250R, Datang Lalu Menang


      Banyak yang menganggap remeh Ninja 250R dari Indramayu ini. Terjadi saat berlangsungnya jambore Ninja yang juga menggelar contezt modifikasi pada minggu lalu di Bekasi.

      Disepelekan pasalnya sang modifikator belum punya nama besar dan juga datang dari daerah. Tapi, apa yang terjadi, ini dia motor yang dinilai layak menyandang predikat terbaik. Tentu saja banyak yang kaget.

      Namun jika diperhatikan secara detail,  rasanya memang layak. Bentuk bodi baru yang secara dimensi dan desain pas untuk sebuah Ninja 250R. Ibarat baju, tidak kekecilan dan juga tidak kedodoran.

      "Sebenarnya pakai bodi yang sudah diproduksi oleh Lent Modified dari Probolinggo, tapi kemudian dicustom lagi dengan detail yang saya pilih sendiri," kata Lusep Sugiharto, modifikator dari bengkel IQ yang dikomandani Frendy Budiman from Cirebon.

      Lusep dengan gentle mengaku kalau dia belum terlalu mahir membuat bodi fiberglass dari awal. "Saya menambah aksen sporty dengan memberikan semacam sirip di fairing," katanya jujur. Jarang nih ada modifikator berani jujur seperti ini. Dengan adanya sirip seperti ini,  aura racing Ninja jadi lebih keluar.

      Selain itu Lusep juga melakukan ubahan pada bagian depan. Khususnya seputar lampu utama. "Dibuat lebih sipit, itu yang membuat harmonisasi dengan buntut runcing dan tipis," kata modifikator berkacamata itu lagi. Artinya depan dan belakang jadi sama.


      Di sektor lampu, Lusep masih tetap pakai lampu aslinya. "Sementara untuk visor diubah sedikit. Menyesuaikan dengan pandangan saat riding," katanya sambil bilang kalau itu karena posisi setang tidak mau dibuat terlalu rendah seperti umumnya dilakukan pada modifikasi Ninja 250R.

      Seluruh bodi yang juga berkesan futuristik ini akhirnya diberi finishing airbrush. "Hal itu untuk menunjukkan keseriusan dan keberanian si pemiliknya. Kalau stiker rasanya kurang total," tambah Lusep tentang motor milik Dede yang  warga Indramayu ini.

      Airbrush grafis hitam, merah dan putih memang pilihan pasa. Juga cocok dengan motor yang mempunyai aura kencang dan tidak terkalahkan ini.

      Ciatttt...

      SOK STANDAR VS ARM MOGE

      Urusan kaki-kaki, Lusep tetap lebih percaya menggunakan limbah moge (motor gede). "Sebab secara dimensi banyak pilihan, selain itu materialnya lebih terpercaya karena buatan pabrik," kata pria yang ngebengkel di ruko Cirebon Bisnis Center, Blok F1, Jl. Tuparev, Cirebon.

      Tapi, Lusep juga punya perhitungan teknis yang diterapkan di sini. Misalnya untuk monosok yang masih tetap pakai bawaan Ninja. "Karena bodi tidak terlalu banyak dirombak dan tidak tambah berat, maka pakai tetap pakai sok asli aja. Juga bisa menekan biaya modifikasi," kekehnya.

      Tapi, tentu saja harus ada penyesuaian saat dipasang ke arm CBR600. "Tinggal mengubah sudut elevasi di unitrack. Tinggal atur ulang dudukan sok yang ada arm di arm," sebut builder yang jebolan Yamaha Enginering School ini.
       
      (motorplus-online.com) 

      Read more →

      Honda BeAT, Fesyen Elegan Besi Beton


      Modifikasi Honda BeAT ini menganut fesyen elegan. Itu yang memang ingin dipamerkan Andi Susanto, sang pemilik, yang warga Cirebon tulen ini.

      “Kebetulan rumah dekat Chang 57 Motor, jadi sekalian konsultasi modifikasi apa yang cocok,“ cerita ayah dari Grevesio Orlando dan Derrick Orlando ini.
      Langkah awal Chang Hariyono, fokus pada sektor kaki. Bagian depan mulai dari sokbeker hingga pelek orisinal diganti.  Karena pelek mengusung 17 ini, oleh Chang jari-jari turut pula diganti.

      Besi behel yang biasa dipakai untuk penyangga tiang beton setebal 8 mm dipasang sebagai pengganti jari-jari. “Tujuannya selain mengejar konsep elegan, juga sebagai penyeimbang tampilan,” urai modifikator doyan clubbing dari Jl. Lapangan Bola Ampera No. 27.

      Menurut Chang, ubahan yang dilakukannya tidak hanya asal pasang. Namun semuanya harus benar-benar sesuai dengan tema modif yang diusung.

      Namun untuk pewarnaan, Andi menyerahkan pada Possent Airbrush di Bandung. “Tetap harus sesuai tema elegan. Makanya dipilih cat bunglon gold sunset tiga warna. Ketika berada di cuaca panas, warna yang dihasilkan lebih terlihat menarik berkat efek bunglon, “ bangga juragan toko emas dan counter HP Subur Jaya di Ciledug, Cirebon.
       
      (motorplus-online.com)
      Read more →

      Admin

       
       
      Copyright © Motor Trend
      Designs By adsensecepat