Showing posts with label tips modif motor. Show all posts
Showing posts with label tips modif motor. Show all posts

Sunday, September 18, 2011

Cara Mengendarai Motor Kopling

ada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang cara menyalakan dan menjalankan motor kopleng. Mungkin anda kesulitan mengendarai motor berkopling karena sudah terbiasa dengan motor tanpa kopling. maka ada baiknya saya bahas penggunaan motor berkopling bagi yang belum mengetahuinya

Berikut langkah-langkahnya

>Menyalakan Motor
-Langkah pertama, pastikan motor anda terisi bensin
-Langkah kedua, pastikan kunci berada pada posisi On

-Kemudian nyalakan motor dgn cara menginjak pedal starter motor

Klo tidak mau susah, tinggal tekan saja tombol stater yng letaknya berada di samping Gas Motor

Jika motor sudah menyala, berarti anda siap untuk mengendarainya (SIAAP)
-Kemudian tekan kopling serapat-rapatnya agar motor tidak loncat

Langkah berikutnya, tahan dan atur gas agar motor tidak mati sewaktu menaikkan perseneling
-Selanjutnya, naikkan perseneling motor satu per satu

>Menjalankan Motor
-Kemudian lepas kopling perlahan-lahan(sedikit demi sedikit) karena kalau langsung di lepas full, motornya bisa mati dan motornya bisa loncat

-Sewaktu anda melepas kopling, naikkanlah gasnya sedikit demi sedikit

Read more →

Sunday, August 21, 2011

Kawasaki Binter Merzy, Tracker Spesial Pemilik Postur Kecil

Kawasaki Binter Merzy, Tracker Spesial Pemilik Postur Kecil



Setelah banyak melahirkan karya modif xtreme buat customernya, sekarang Agus Sudariswanto dari bengkel Darizt Custom (DC), Jogja buat motor untuk dirinya sendiri. Pilihannya Binter Merzy. Motor ini jika dibiarkan dengan rangka standar enggak nyaman buat dirinya yang berpostur kecil.



Karena itu, rombakan pada bagian rangka jadi yang utama. "Konsepnya sih mengarah ke tracker, tapi karena saya kecil, makanya dipendekin seperti ini," buka Agus sambil tertawa.



Memang pada umumnya tracker mempunyai postur yang lebih tinggi dibandingkan ini. Menurut Agus lagi, jika ketinggian, bisa-bisa jinjit saat berhenti di lampu merah. Maklum saja posturnya hanya sekitar 160 cm.



"Selain itu untuk saya motor ini juga terasa berat. Setelah dipelajari terbukti posisi mesinnya yang terlalu maju sehingga berat tadi," tambah ayah dua anak ini.





Ini yang menjadi tugas pertama. Karena mesin maju dirasa kurang nyaman, maka harus dibuat mundur. Center of gravity digeser. Agus mengakalinya dengan dua cara. Di depan dan belakang.



"Untuk wilayah depan, rangka dipanjangin sehingga komstir lebih maju sekitar 5 cm," lanjut pria 38 tahun ini. Dia menggunakan pipa yang ukurannya sama dengan diameter pipa standar Merzy.



Sedangkan untuk belakang, lengan ayun yang kena amputasi. "Bagian depan swing arm dipotong, juga sekitar 5 cm," bebernya panjang-lebar.



Akibat perlakuan seperti ini, posisi mesin menjadi mundur dibandingkan posisi awal. "Dengan begini, motor lebih nyaman diajak bermanuver, juga ketika diajak turing panjang," katanya.



Sementara itu rangka yang menjadi dudukan dan pegangan mesin masih menggunakan aslinya. Efek lain dengan perlakuan seperti ini motor terlihat sedikit bantet bin padat. Beda jauh dengan kondisi standar si KZ200.



Langkah modifikasi yang cukup unik juga dilakukan pada sok belakang. Asli nya ini copotan dari Honda Mega Pro. Tapi bentuk pernya beda ya?



"Memang bagian per sudah dicustom, pakai pegas yang nemu di pasar loak. Pokoknya sekarang jarak antar lingkar per sudah menjadi lebih lebar," kata pemilik bengkel di Jl. Kaliurang, Km 7, Plamburan, Jogja ini.



Keunikan lainnya pasti bisa ditebak dari bentuk dan model lampu. Baik untuk lampu depan maupun belakang. "Itu murni dibuat sendiri, basicnya ngambil dari fog lamp atau lampu kabut mobil," ujarnya. Terlihat unik karena lampu tadi tampak seperti tertanam pada bodi motor.



Trik Warna Klasik


Aliran modifIkasi yang dipilih Agus ini memang mengarah pada tampilan klasik. Paling tidak bergaya lawas. Sekitar periode '60 atau '70-an. "Karena itulah urusan warna harus mengacu pada kelir klasik, jangan yang terlalu mengilap atau ngejreng gaya masa kini," tambahnya berbagi ilmu.



Tapi, supaya enggak lari dari warna identitas Kawasaki yang hijau, tetap dipertahankan. "Ijonya dibuat lebih tua, sudah pasti beda dengan kebanyakan Kawasaki sekarang," ungkapnya dengan dialek Jawa yang cukup medhok. Kelir tadi menjalar sampai sokbreker depan dan belakang.



Supaya terlihat lebih modif, diberi kombinasi dengan putih. “Ditambah lagi dengan list atau garis merah yang membatasi keduanya, maka sekarang terlihat jauh lebih simpel dengan tetap berkesan klasik," yakin pria ramah ini. (motorplus-online.com)



DATA MODIFIKASI

Ban depan: Dunlop 300-18

Ban belakang: IRC 130/70-17

Pelek: Excel Takasago

Setang: Custom

Tangki: CB K3

DC: (0274) 7002552


Read more →

Thursday, May 19, 2011

TIPS Buka Baut YanG Patah

Spoiler for Baut patah:
ARRRGGGHH….:marah:marah:marah
Sebel benar rasanya kalau sampai baut yang akan kita buka malah patah dan sisanya tertinggal di parts lain apalagi itu blok mesin misalnya.. ARRRGHH… serasa mimpi burookh..:berduka:berduka
Kalau sudah begini biasanya solusi kita lemparkan ke Bengkel Bubut disertai doa…:angel:angel
Tapi kalau kita lebih tenang, kita bisa kok ngeluarin itu baut patah… asal punya Tools yang namanya SCREW EXTRACTOR.
Bisa dibeli :ngacir2:ngacir2di Rumah Matahari, Ace Hardware, dan Lindeteves (glodok).
bentuknya seperti ini
Spoiler for penampakan:
Dibantu dengan Bor dan mata bor yang disesuaikan dengan besar baut yang patah…
Pertama kita buat lubang di baut yang patah itu dengan bor…
Setelah itu kita pasang Screw Extractor dengan ukuran yang sesuai.
Putar ke arah seperti biasanya kita membuka baut (Counter Clockwise).
Cara Kerja Screw Extractor adalah seperti Sekrup.
Hanya saja arah ulir sekrupnya ini terbalik dari biasanya.
Jadi semakin kita puter ke kiri (arah membuka baut) maka ulir sekrup sebenarnya akan semakin kencang mengunci badan baut yang tertinggal.
Hasilnya JJDDAGGGHHH… :toastkebuka deh tuh baut ngeyel.:thumbup
Spoiler for eksekusek:
Akhirnya sisa baut yang tertinggal akan dapat dikeluarkan.
Saya:2thumbup beli Screw Extractor waktu kuliah dulu (15tahunan yang lalu)
Tools ini telah menyelamatkan beberapa kasus yang cukup heboh, seperti busi yang patah (dratnya tertinggal), baut radiator patah, baut manifold, dsb.
Harga sekitar :iloveindonesia30ribu – ratusan ribu tergantung merek dan kualitas.
Selamat mencoba:shakehand2
Saft7.com
:ilovekaskus
Read more →

Tuesday, May 3, 2011

Footstep Underbone Produk Hokky 57


Nama besar Hokky "Duck" Krisdianto di arena road race sudah tak perlu disangsikan lagi. Segudang prestasi sampai menjadi juara IndoPrix pernah direngkuh pembalap asal Muntilan ini. Mulai 2011 ini, Hokky mulai mencoba bidang baru, memproduksi racing part.  

Sekarang dia coba menghadirkan footstep underbone. "Pakai nama Fiftyseven, sesuai identitasku di balap," kata Hokky tentang dagangannya ini.

Pijakan kaki ini dibuat dari bahan duralium. "Tentunya sudah riset di balap karena saya dan anggota tim lain pakai footstep ini," cerita pembalap yang tahun ini bergabung di Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya ini.

Hokky melepas ke pasaran dengan harga Rp 550 ribu. "Sudah tinggal pasang karena juga disertakan braket," tambah pria bertubuh kurus ini.

Bagi yang berminat bisa coba menghubungi Fiftyseven di Jl. M. Yusuf, No. 118, Pucungrejo, Muntilan, Jawa Tengah. Atau bisa juga kontak ke nomor 0819-0390-6644. 
(motorplus-online.com)
Read more →

Monday, May 2, 2011

Pasang Intake Manifold Variasi? Waspadai Bentuknya!


Baru ganti intake manifold variasi, kenapa bensin mendadak jadi boros ya? Lalu di permukaan intake ada tampak butiran embun. Padahal sebelumnya enggak begitu, lho?

Dari hasil penelusuran, terdeteksi lubang intake manifold lebih kecil daripada lubang venturi karburator. Akibatnya kucuran gas bakar terbentur dinding intake yang lebih ke dalam. Sehingga ada sebagin gas bakar yang kembali keluar ke moncong karbu.

“Selain boros bensin. Juga karena gas bakar terbentur, penyebab permukaan intake berembun. “Makanya sebelum beli atau ingin ganti intake manifold produk variasi, selalu perhatikan juga ukuran lubangnya,” ingat Waskito Ngubaini alias Merit, tunner tim Yamaha Kepoth FDR Indoparts KYT TOP 1 asal Yogyakarta.

Idealnya, lingkar lubang manifold dengan venturi karbu memiliki ukuran yang sama. Kalau diameter karbu 22 mm, artinya lubang leher angsa juga sama. Agar kucuruan gas bakar ke dapur pacu lancar tanpa halangan.

(motorplus-online.com)
Read more →

Sunday, May 1, 2011

Mau Pake Tromol Trendy ? Ini Dia Aturannya !

Memang menjadi dilema ketika mengaplikasi tromol yang memiliki kontruksi dan desain racing style. Tromol yang berada pada kategori ini, biasanya memiliki desain ringkih. Satu sisi, konsep racing style lebih nyambung ketika sektor tapak kakinya dibuat lebih ceking. Sisi lain, ketahanan bahan mesti didapat agar tetap nyaman dipakai harian. Lalu bagaimana untuk menyiasatinya ?.

 

Paling mudah ditujukan lebih dulu pada segmen kegunaannya, mengingat tromol yang dipakai lebih ceking. “Maka dalam pemakaiannya usahakan menghindari jalanan makadam. Begitu juga dengan bobot pengendara, jangan melebihi 70 Kg,” ingat Antok, mekanik Aneka Jaya Motor di Rungkut Kidul Industri 10, Surabaya.

Terkait masalah bobot, juga penting ditujukan pada penekanan bobot dominan sisi depan dan belakang tromol. Untuk itu, pastikan bobot tromol depan dan belakang diterima rata. Dalam hal ini keseimbangan tinggi rendah ground clearence bodi depan dan belakang besar pengaruhnya.

“Maka, saat memakai tromol ceking atau bergaya racing style, hindari pemakaian bodi nungging dimana beban yang diterima tromol depan lebih besar, ”saran Antok. 

Faktor lain, pada tromol ceking dalam pemakaian jeruji, cukup mengaplikasi 32 lubang. Jangan sampai dikonsep dengan jeruji seribu, mengingat space daging tromol bergaya racing style juga dimanfaatkan untuk ketahanan tromol menghadapi vibra atau kejutan.

Hal ini bisa bercermin pada jumlah jeruji MTB spek down hill atau dirt jump, dimana pada lubang dudukan jeruji pada tromol nya diplot 28 hole - 30 hole, yang terhitung lebih sedikit. “Untuk mempertahankan space diral tromol lebih banyak dan tetap kuat menahan kejutan,” urai Antok.  

Perlukah rombakan dilakukan pada kontruksi tromol bergaya racing style ?. Memang perlu, terutama di sektor rumah bearing. Perlu ditambah jumlah bearingnya, agar bidang tromol lebih banyak ditopang oleh bearing.

Prinsipnya mudah, nat pembatas rumah bearing mesti diperdalam dulu dengan media bubut.  Macam tromol ceking produk variasi yang ada di foto ini. Daging diral sebagai pembatas bearing sisi dalam mesti dibubut keliling 3,5 mm dengan kedalaman 5 mm.

Agar space 2 bearing jenis 6201 yang memiliki lebar total 2 cm bisa muat, serta sil pelindung bearing nya. Itu bagian sisi kanan. Untuk sisi kiri mesti disok lebih dulu, sesuai dengan diameter luar bearing kode 6201 yakni 32 mm.

Sebab, lubang bagian kiri paling luar biasa dimanfaatkan sebagai rumah gigi speedometer dengan diameter lebih besar, yakni 37 mm. Dengan begitu, proses sok pada rumah bearing 2,5 mm wajib dilakukan sesuai dengan diameter luar bearing. Agar 2 bearing di sisi kiri juga bisa muat 2 biji.

Dan trik mengesok, juga bisa dijadikan cara untuk memperpanjang umur rumah dudukan bearing. Agar tetap rapat dalam waktu lama, meskipun sering dilakukan proses bongkar pasang bearing. Tapi, khusus untuk tromol yang akan disok, ukur lebih dulu ketebalan bibir velg yang akan disok dengan bushing. Sebab, kalau ketebalannya kurang dari 5 mm, mudah menimbulkan bibir tromol retak. 

sumber,http://ototrend.com
Read more →

Saturday, April 16, 2011

Jari-Jari Aftermarket Pilih Ukuran Atau Warna?


Jari-jari pun bisa meriah
Ada segambreng pilihan produk variasi aftermarket jari-jari juga beredar di pasaran. Ada yang mengklaim punya ukuran diameter yang lebih besar dibanding standar. Ada juga yang mengungulkan tampilan. Misal warna- warni atau sering disebut rainbow.

Seperti jari-jari produksi TDR. Menurut Benny Rachmawan dari Mitra2000 selaku pemegang brand ini, jari-jari produknya punya diameter 3,4 mm. Sedang ukuran standar jari-jari bawaan pabrik 3,2 mm.

"Meskipun lebih besar dari yang standar, tapi memasangnya gak perlu melubangi pelek karena masih bisa menggunakan lubang aslinya. Beda dengan punya Binter yang harus ngebor pelek lagi," kata Benny. Oh ya, punya Binter itu memiliki diameter 3,5 mm.

Selain lebih besar, bahan yang dipakai juga spesial. Menurut pria bertubuh tambun ini, batang jari-jari tadi dibuat dari high carbon steel. "Sehingga kuat tapi lentur," tambah Benny sambil bilang kalau produknya itu dijual Rp 57 ribu per pelek atau 36 batang.


Diameter besar tapi lentur dari TDR
Sedangkan bagi yang suka fashion dengan jari-jari berwarna bisa pilih merek Osaki. "Ini banyak dipilih oleh mereka yang langganan turun contezt," kata Johny Lipurnomo dari Custom World. Produk ini berasal dari Thailand.

Di soal harga, jari-jari model rainbow ini termasuk yang paling mahal. Untuk satu setnya atau dua pelek Johny mematok harga Rp 200 ribu untuk pelek ring 17 inci. "Peminatnya kebanyakan skubek yang ganti pelek ke 17 inci," ujarnya.

Selain yang pakai label TDR dan raibow, masih banyak merek lain yang bisa dijadikan pilihan. Misalnya TK, Posh, Yagusho, Indoparts dan lainnya. Harga yang ditawarkan juga bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu sampai di kisaran Rp 20 ribu untuk setiap pelek.

Dipilih!

(motorplus-online.com)
Read more →

Admin

 
 
Copyright © Motor Trend
Designs By adsensecepat